Dini hari tadi, sekitar pukul satu. Kericuhan terjadi ketika waktu anak-anak Pabean pawai sahur. Beberapa anak dari Bandulan, dusun tetangga Pabean menyalakan petasan di Pabean. Hal ini membuat warga yang empunya rumah berang. Mereka keluar dan mengusir anak berandalan tersebut. Akhirnya mereka pergi. Akan tetapi, ketika aku samperin. Anak-anak Bandulan itu datang lagi dan melempari dengan batu. Warga dan  anak-anak kewalahan menghadapi mereka. Kemudian warga menyuruh anak-anak untuk mencegat mereka di gang empat.

Mereka lari ke kandang,Tapi ketika ditantangin, serentak anak-anak yang gede-gede mendatangi mereka. Beberapa anak Pabean terkejut. Keadaan malam itu startegis. Banyak batu di depan pom bensin atau SPBU. Anak-anak bandulan melempari rumahdan anak Pabean. Sampai seluruh orang yang ada di SPBU itu melongo.Mungkin sampai penuh, tuh bensinnya. Salah satu anak dari Bandulan datang sambil marah-marah plus ngamuk. Anak itu pendek, sekitar ukuran anak SMP lah. nantangin sambil ngeluarin kata-kata kotor. Nggak sabar, temanku, Emon nyamperin dan nendang anak itu hingga terjengkang. Ada juga anak tetanggaku, Mas Yayan, terkena bogem mentah dari anak Bandulan

Temannya yang lain, membantingkan kursi pada anak Bandulan itu hingga patah kaki kursi itu, padahal masih baru.Lalu anak yang dikepruk dengan kursi itu jatuh terjengkang. Karena jumlah anak Pabean tak seimbang, merekapun mundur. Hanya orang dewasa yang menghalau mereka. Akhirnya kami disuruh pulang. Namun kami nggak pulang. kami duduk-duduk sambil bercerita tentang tawuran tadi. Acara itu berakhir pukul dua. Aku pulang bersama teman-teman se-RTku. Sampai di rumah merebahkan diri dan makan sahur



No Responses Yet to “Tragedi Malam Ahad”  

  1. No Comments Yet

Leave a Reply