Ramadhan Super Class
Kemarin aku mengikuti Ramadhan Super Class yang diadakan atas kerjasama YDSF dan Trusco Surabaya tepatnya di SMP Alfalah Deltasari Sidoarjo.Acara yang bertajuk Light Of Personality training ini berlangsung selama 24 jam dengan berbagai sesi yang menarik
Acara Pembukaan training ini dipandu oleh Mas Rio Purboyo, salah satu trainer. Beliau menggerakkan peserta sehingga acara semakin meriah. Tema yang dibawanya adalah tentang Self Concept Alias Konsep Diri. Acara berlangsung hingga Adzan Magrib berkumandang. Lalu kami segera mengambil ta’jil untuk membatalkan puasa.
Usai shalat magrib, makan malam disediakan didalam kotak makanan. Seluruh peserta termasuk aku tentunya, dipersilakan untuk makan. Selesai makan ada jeda sebelum adzan isya’, aku berjalan keluar kampus sekolah. Ketika adzan Isya” berkumandang, aku kembali ke dalam. Shalat Isya di masjid SMP Al Falah.
Ba’da Isya, acara di lanjutkan kembali. Kali ini yang membawa acara adalah Mas Hikmat. Materinya adalah Power Of Dream, peserta disuruh menulis impiannya dalam kertas. Lalu dia menjelaskan bagaimana cara meraih impian yang kita impikan. Juga ada games yang menantang, sehingga acara makin seru. Dan peserta banyak yang tertawa dan bersenang-senang karena Mas Hikmat juga memutar video yang lucu. Namun suasana begitu haru ketika Mas Hikmat menceritakan kisah seorang ibu yang tak lain adalah ibunya sendiri. Akhirnya acara selesai sekitar pukul sepuluh malam dan acara berikutnya yaitu Sweet Dream alias tidur.
Sekitar pukul empat pagi, kami dibangunkan untuk sahur. Sehabis sahur, aku menghabiskan waktu dengan mengelilingi komplek. Tak beberapa lama kemudian adzan subuh berkumandang. Seluruh peserta termasuk aku menuju masjid demi menunaikan shalat subuh.
Usai shalat subuh, Mas Hikmat yang sebagai imam tadi memberikan kultum. Beliau menjelaskan arti wirid habis tarawih itu loh. Katanya biar tahu dan bisa menghayati. Di akhir ceramahnya sempat menganjurkan untuk membaca Al-Qur’an dan Ma’tsurat. Semua peserta mengikuti anjuran Mas Hikmat. Kegiatan tersebut berakhir sekitar pukul enam pagi. Anak-anak laki-laki banyak yang bermain bola, sedangkan sisanya ada yang melanjutkan sweet dreamnya lagi. Tapi aku nggak, aku malah mbaca di perpus sekolah. Lumayan ketemu majalah kesukaanku, Annida. Akhrinya kubaca hingga pukul delapan.
Habis itu pergi ke Auditorium alias Qo’atul Ijtima‘ (bukan nyombong, tapi tulisannya di plang begitu). Acara berikutnya tentang Belief System. Bagaimana kita berkeyakinan pada diri sendiri. Dalam sesi tersebut, peserta disuruh matahin pensil hanya dengan dengan satu jari. Bayangin ! gimana rasanya ? tapi berkat sugesti dari Mas Hikmat, lancar-lancar saja. Setelah barhasil disuruh begitu, sekarang menancapkan sedotan ke kentang. Bukan hanya nancap tapi tembus. Kentangnya mentah lagi. Tapi bisa, kok.
Setelah pukul sepuluh pagi. Mas Rio Menggantikan Mas Hikmat, yang pastinya dengan materi yang berbeda. Kali ini tentang Action and Result. Mas Rio menggunakan kelucuannya selama acara yang membuat peserta terpingkal-pingkal. Juga menghadirkan games-games yang menarik dan tentunya cuplikan video yang lucu tapi juga termasuk materi. Acara berlangsung sebentar ( saya nggak tahu dua jam itu sebentar atau lama ) karena ada panggilan dari Allah. Peserta di himbau alias disuruh menuju masjid untuk menunaikan shalat Dzuhur.
Ba’da Shalatil Dzuhri (pakai bahasa Arab, biar keren), peserta diperbolehkan beristirahat. Mau ngapain terserah, tapi cuma sepuluh menit. Lalu semuanya masuk Auditorium lagi. Kali ini trainernya beda. Mas Mahbub namanya, orang yang ngajak senang-senang peserta. Masak disuruh kayak anak TK. Suruh lompat, lah! Lalu suruh nari teletubbies. Waduh pokoknya kembali ke masa kecil.
Namun ada games yang lebih seru dari Mas hikmat. Bayangin mecahin keramik pakai bohlam. Bukan sulap atau sihir, tapi motivasi (Nah, loh ! bingung ). Tapi bisa, kok. Seluruh peserta disuruh mencoba. Hampir semuanya bisa. Setelah games, diputerin video training di tempat lain. Ternyata masih tinggal dua games yang belum. Mecahin keramik pakai tangan dan jalan di atas api.
Di akhir sesi. Mas Hikmat menyuruh semua peserta untuk selalu mengingat Allah. Sampai banyak yang bersujud dan menangis, Beliau juga menukilkan ayat alqur’an.
Sungguh, penuh motivasi dalam training tersebut. Pelatihan yang diadakan oleh YDSF dan Trustco itu sungguh memotivasi banyak orang agar selalu meraih impiannya. Oleh karena itu saya memohon, jika bisa diadakan di Gontor. Thanks Al-Falah
Filed under: Jurnal | Leave a Comment
No Responses Yet to “Ramadhan Super Class”